Jumat, 06 Maret 2009

Pandeglang: Nasibmu Kini (2)

Coba sesekali singgah di Selatan

Lautan pesawahan

Nyanyian rindu para petani


Coba sesekali singgah di Selatan

Rindang pepohonan

Tinggi tegak menyapa matahari


Coba sesekali singgah di Selatan

Berlimpah kekayaan

Kuasa Robbul Izzati


Coba sesekali singgah di Selatan

Hitam kelam kehijau-hijauan

Kuasa Dimyati

Kuasa pencuri hasil bumi

Iblis yang menyerupa Fir’aun di masa kini

***

Tahukah kalian apa yang ada di Selatan? Betapa agung kuasa sang Pencipta. Tanah subur dengan beraneka tanaman dan pepohonan. Kerikil dan bebatuan yang berharga. Hasil bumi yang berlimpah. Tetapi aku tak pernah memberikan kesejahtraan pada penghuni di sana, memberikan kesempatan untuk menikmati hasilnya. Menikmati kemakmuran. Paling segelintir orang yang menikmati. Selebihnya masuk ke kantongku. Dan aku sendiri tak iba melihat mereka.

Tahukah kalian apa yang terjadi di Selatan? Sudah hampir dua periode aku berkuasa di tanah ini, tapi tak ada keinginan kuat di benakku untuk membangun infrastruktur di Selatan itu. Bangunan sekolah yang kusam dan hampir roboh, pelayanan kesehatan yang miskin peralatan, dan bangunan jalan yang rusak dan bercecer aspal. Sungguh tak ada kemewahan di sana.

***

Aku pernah meminjam uang 200 Milyar untuk sebuah rencana. Pada setiap pertemuan di berbagai tempat, aku selalu mengatakan bahwa uang itu akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur yang sudah rapuh, terutama di Selatan. Tetapi kenyataannya paling 10 persen yang dialokasikan, yang 10 persen pun sebagian masuk ke dalam rekeningku. Ya, karena setiap kontraktor yang menjalankan proyek di tanah ini diwajibkan untuk menyisihkan keuntungannya kepada saudaraku, dan kepadaku. Lalu di mana uang yang 90 persen? Aku tak perlu bercerita banyak tentang yang 90 persen itu. Aku yakin kalian tahu…

Ancaman, janji palsu, dan kebohongan sudah menjadi bagian dari hidupku. Kadang aku merasakan sesuatu yang aneh pada jiwaku. Barangkali aku mengalami gangguan mental yang akut: gangguan mental haus kuasa dan kekayaan…

Pengikut

Mengenai Saya

Pandeglang, Banten, Indonesia
Namaku Ahmad Sampurna. Aku lahir di Pandeglang, 20 Nopember 1980. Kuliah di Jurusan Matematika IKIP Jakarta, dan lulus pada thn 2002. Kini mengajar di SMP Cimanuk. Jujur, aku kecewa dan sedih melihat kondisi pendidikan Pandeglang yang rapuh. Infrastruktur pendidikan yg acak adut, ada kesan pelakunya (perhatikan Kadis dan Bupati) lebih mengutamakan kepentingan diri. Lebih parah lagi, ada sebuah upaya penggiringan (dominasi) yg dilakukan penguasa kepadaku dan rekanku. Lbh dr itu, aku merasakan roda pemerintahan yang tidak benar. Karena itu aku menuliskan unek-unekku di blog ini. Tapi aku tak takut. Aku serahkan semuanya kepada Allah SWT, pemilik dan penguasa negeri ini. Aku tak takut PNS-ku hilang dan pemutasian. Aku berusaha meyakini ayat AlQur'an, waman yattaqillahu yaj'allahu mahraja wayarzuqhu min haytsu la yahtasib. Aku percaya bahwa urusan rizki itu ada pada Allah, Robbul Izzati, bukan pada Kadis dan Bupati Dimyati. Dan aku pun berharap kepada rekan-rekanku agar bisa membuka mata, hati, dan pikiran bahwa sebenarnya kita ditindas dan didzolimi.